Keluarga Pendidik Pertama Anak



                    PENDIDIKAN
                     Keluarga Pendidik Pertama Anak 

Pendidikan telah ada sepanjang peradaban manusia, dalam rangka melestarikan hidupnya karena sesederhananya peradaban suatu masyarakat, di dalamnya pasti terjadi atau berlangsung suatu proses pendidikan. Ki Hajar Dewantara (Bapak Pendidikan Nasional) mengartikan pendidikan sebagai upaya untuk memajukan budi pekerti, pikiran serta jasmani anak, agar dapat memajukan kesempurnaan hidup dan menghidupkan anak yang selaras dengan alam dan masyarakatnya. Nah sekarang kita akan membahas bagaimna pendidikan di dalam keluarga, seblumnya kita harus ketahui dulu apa pngertian keluarga. Keluarga adalah unit terkecil dari masyarakat yang terdiri atas kepala keluarga dan beberapa orang yang terkumpul dan tinggal di suatu tempat di bawah suatu atap dalam keadaan saling ketergantungan
Menurut Salvicion dan Celis (1998) di dalam keluarga terdapat dua atau lebih dari dua pribadi yang tergabung karena hubungan darah, hubungan perkawinan atau pengangkatan, di hidupnya dalam satu rumah tangga, berinteraksi satu sama lain dan di dalam perannya masing-masing dan menciptakan serta mempertahankan suatu kebudayaan.
Keluarga adalah sekolah pertama bagi anak, sebelum anak mengenal dunia luar dan bagaimana iya harus bertingkah laku dalam masyarakat. Sejak dia lahir salah satu keluarga atau sering di sebut degan ibu lebih sering atau pasti lebih peduli terhadap perubahan anak dari mulai anak bisa tengkurap, merangkak, berdiri, berlari, bisa makan sendiri, sampai bisa mengetahui apa yang ada di sekitarnya, dan sampai dewasa ibu mengajarkan itu semua dan di bantu dengan anggota keluarga lainnya seperti ayah atau kaka. Anak akan membentuk pribadinya di mulai dari bagaimana keluarga mendidiknya, oleh karena itu peran keluarga sangat penting untuk membentuk seseorang menjadi pribadi yang baik dan di terima oleh masyarakat luar.
Dalam survey yang saya lakukan tidak sedikit keluarga yang mendidik anaknya dengan cara yang salah, banyak pula diberitakan ada orangtua yang menyiksa anaknya, menelantarkan anaknya, bahkan sampai ada yang membunuh anaknya sendiri, entah bagaimana pikiran orangtua itu sampai-sampai seperti itu kepada anaknya.
Disini saya akan membahas bagaimana seharusnya orangtua mendidik anaknya
1. Berikan kebebasan untuk melakukan apa saja
Biasanya kebanyakan orang tua berkata "jangan" kepada anaknya, jangan melakukan ini lah itu lah yang membuat dirinya tidak terbebaskan, hal ini bukan berarti anak bebas melakukan yang berbahaya orang tua pun harus menantaunya, melihat apa yang anak lakukan ketika itu sudah berbahaya barulah memberitahukan kepada anak dengan kata-kata yang bagus dan mudah di pahami oleh anak.
2. Ajarkan anak kemandirian dan tanggung jawab
Tidak sedikit orang tua yang selalu mengkhawatirkan anaknya apalagi anak yang hiperaktif, biasanya melakukan apa saja yang menbuat orang tua kebingungan untuk berbuat apa. Cobalah untuk saat ini mempercayai kepada anak namun tetap memantaunya dari kejauhan tanpa harus mengikuti kemana anak tersebut beraksi. Ajarkan kepada anak untuk mengetahui benda-benda miliknya dan merapikannya setelah selesai bermain. Hal ini akan mengajarkan kepada anak bagaimana bertanggung jawab.
3. Tumbuhkan rasa ingin tahu kepada anak
Anak usia dini biasanya selalu ingin tahu benda-benda apa saja yang ada di sekitarnya dan pasti banyak bertanya kepada orang tua atau orang dewasa yang ada di dekatnya, sebagai orang tua kita harus menjawab dan jangan malas untuk menjelaskan kepada anak dengan kata-kata yang mudah dipahami dan jika kita tidak mengetahuinya jangan berbohong berusahalah menjelaskan selogis mungkin. Hindari kata "tidak tahu". Akan tetapi ada juga anak yang tidak banyak bertanya kita sebagai orang tua bisa saja memberikan umpan agar anak bertanya misalnya "ini namanya binatang jerapah, kamu mau tahu tidak kenapa dia lehernya panjang" nah selanjutnya pasti anak bertanya "kenapa" kita jawab sejelas mungkin.
4. Ajarkan dan Tumbuhkan Kemampuan Berpendapat Anak
Umumnya orang tua acuh terhadap pendapat anak. Mereka terlalu menganggap tidak penting pendapat anak-anak. Padahal ketika pendapat anak tidak dipedulikan maka bisa berdampak menjadikan anak minder tidak berani berpendapat. Sebagai orang tua sebaiknya belajar mendengarkan pendapat anak, jika memang pendapatnya tidak benar bisa dikoreksi. Misalnya dengan memberi respon positif saat anak berpendapat dengan meberi pujian positif meskipun pendapatnya asal-asalan.  Jika anak anda termasuh anak yang pemalu maka anda bisa memberikan umpan dengan mengajukan pertanyaan sehingga memicu anak anda untuk melontarkan pendapatnya.
5. Ajarkan anak mempunyai rasa sosial dan empati.
Hal ini sangat penting untuk di ajarkan kepada anak, karena kita sebagai manusia tidaklah hidup sendiri kita juga butuh orang lain dan orang lain butuh kita. Ajarkanlah kepada anak untuk peduli kepada lingkungan sekitar, ajarkan untuk tidak menjadi orang sombong, ajarkan untuk memberi kepada orang yang membutuhkan.
6. Jadilah contoh untuk anak
Anak usia dini biasanya selalu meniru apa yang dia lihat, karena kesehariannya lebih banyak bersama orng tua maka kita sebagai orang tua memberikan contoh yang baik kepada anak. Misalnya, cara berpakaian harus rapi, bertutur kata yang baik karena biasanya anak langsung menirukan apa yang di bicarakan oleh orang dewasa.
7. Memberikan perhatian ketika anak akan pergi sekolah dan sepulang sekolah
Sebagai orang tua kita harus memberikan perhatian yang lebih kepada anak. Misalnya, ketika anak belum bangun dari tidurnya bangunkan dengan kata-kata yang lembut mengucapkan "selamat pagi" jangan dengan berteriak kepadanya karena hal ini akan membuat anak merasa ketakutan, sediakan sarapan pagi agar anak terbiasa tidak mengkosongkan perut agar bisa semngat belajarnya. Begitu pula pulang sekolah pasti perut akan terasa kosong sebaiknya sebagi orang tua sudah menyediakan makan siang.
8. Mengajak anak bermain atau piknik
Hal ini di karenakan agar anak merasa dekat dengan keluarganya, biasanya ada orang tua yang hanya mementingkan kesibukannya sendiri orang tua yang sibuk dengan pekerjannya sehingga lupa akan kewajibannya untuk memperhatikan anaknya. Dengan bermain atau pergi piknik di hari libur akan lebih mengeratkan kekeluargaan anak akan merasa senang karena orang tuanya menyisihkan waktu untuknya.

Kesimpulannya adalah dimnapun kita berada pendidkan pasti selalu di tanamkan dalam diri kita atau untuk orang lain, sejak kita lahir ke dunia keluarga adalah orang pertama yang mengenalkan kita kepada seisi dunia, jadi sebagai keluarga harus mengajarkan pendidikan yang benar-benar dapat membuat anak menjadi generasi yang bermanfaat bagi nusa bangsa dan negara.

Komentar

  1. deuh udah ngomongin keluarga aja nih..

    BalasHapus
  2. keluarga adalah sekolah pertama bagi anak..

    BalasHapus
  3. keluarga berpengaruh sangat besar bagi perkembangan dan pendidikan anak :)

    BalasHapus
  4. Perkembangan Anak juga berawal dari pencarian pasangan kan? hehe

    BalasHapus
  5. perkembangan anak pun dimulai dari pencarian pasangan yah, hehe




    Universitas Djuanda Bogor

    BalasHapus

Posting Komentar